Kalkulator Resistor

Umumnya resistor dipakai untuk membatasi arus, menyatukan tegangan, dan sebagai pull-up I/O. Seperti yang duga disebutkan sebelumnya selain mempunyai kode warna, sebuah resistor juga bisa memiliki sinyal angka.
Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi buat menghambat arus listrik. Pula, resistor merupakan alat dengan digunakan untuk mengukur ketahanan.
Tetapi ketika resistornya imut seperti karbon 1/4 / jenis film, spesifikasi tersebut harus ditunjukkan dengan jalan lain karena cetakannya terlalu kecil untuk dibaca. Nun udah pada kenalan kolektif komponen dasar elektronika tentu udah tau sama resistor. Ya komponen elektronika stagnan yang berfungsi untuk menyendat arus listrik.
Menentukan resistansi dapat dikerjakan dengan menggunakan multimeter ataupun pun melalui garis corak pada badan resistor. Sinyal warna resistor lima & enam pita lebih lazim dikaitkan dengan jenis film presisi 1% dan 2% presisi tinggi sedangkan spesies umum 5% dan 10% jenis keperluan umum gemar menggunakan kode warna resistor empat pita. Resistor visibel dalam berbagai toleransi akan tetapi dua yang paling lazim adalah seri E12 serta E24. Skema kode ragam resistor yang diterima berdasar pada internasional dan universal dikembangkan bertahun-tahun yang lalu serupa cara sederhana dan segera untuk mengidentifikasi nilai ohm resistor, terlepas dari utama atau kondisinya.
Terdapat banyak keuntungan yang jelas untuk menggunakan sistem kode warna pada komponen listrik dan elektronik. Keuntungan utama menggunakan cincin atau pita berwarna di sekitar badan resistor, adalah mereka dapat dengan mudah dilihat dan dibaca tidak peduli apa posisi atau orientasi resistor pada papan. Pita berwarna ini juga dapat dibaca bahkan jika badan resistor sedikit kotor atau terbakar parah. Resistor tetap merupakan jenis resistor yang nilainya sudah tertulis pada badan resistor dengan menggunakan kode warna ataupun poin. Resistor ini banyak dipakai sebagai penghambat arus listrik secara permanen.
Fungsi resistor yang umumnya kita mengetahui itu adalah sebagai penghambat arus listrik yg menjalani sebuah rangkaian. Bila dipandang berdasar nilainya, maka segi ini bisa dibagi sebagai tiga jenis. Pertama merupakan Fixed Resistor, yaitu resistor yang memiliki nilai usikan tetap. Kedua adalah Variable Resistor, yaitu resistor nun mempunyai nilai hambatan nun bisa berubah-ubah. Ketiga merupakan Resistor Non Linier, ialah resistor yang disebabkan sambil pengaruh / faktor daripada lingkungan seperti cahaya ataupun suhu, akan membuat sistem hambatannya menjadi tidak linier.

Ini berisi dari satu set sendi atau pita berwarna tunggal dalam urutan spektral nun mewakili setiap digit perhitungan resistor. Nilai resistansi, pengertian, dan tingkat watt biasanya dicetak ke badan resistor sebagai angka atau huruf ketika badan resistor pas besar untuk membaca etiket, seperti resistor daya raksasa.
Apabila tertera huruf “B” maka potensiometer tersebut bersifat logaritmatik, namun jika tertera huruf “A” maka potensiometer tersebut berwatak linier. Resistor merupakan unsur elektronik yang spesifik, dengan memiliki nilai hambatan listrik yang tidak berubah. Bantahan resistor membatasi aliran unsur yang mengalir didalam gelanggang. Resistor merupakan komponen fasif yang berarti bahwa resistor hanya mengkonsumsi daya serta tidak dapat menghasilkannya. Resistor biasanya ditambahkan ke di sirkuit untuk melengkapi segi aktif seperti halnya op-amp, mikrokontroler, dan sirkuit sistematis lainnya.
Membaca nilai resistor yang memiliki kode nilai ini tentunya lebih gampang untuk dilakukan karena kamu tidak perlu mengingat warna-warna yang digunakan pada satu buah resistor. Walakin penggunaan sistem berupa angka pada potongan badan resistor ini tak dilakukan pada semua macam resistor. Oleh karena tersebut, untuk mengetahui bagaimana tips menghitung nilai resistor secara menggunakan multimeter dan pula menggunakan kode warna itu? Biasanya nilai resistansi dengan dimiliki oleh sebuah potensiometer akan ditentukan pada awak potensiometer tersebut.
Berbeda beserta fixed resistor, variabel resistor dengan jenis potensiometer tersebut seringkali memiliki nilai di bentuk kode angka. Taktik ini disebabkan karena Fixed resistor merupakan sebuah resistor yang bernilai. Tetap perhitungan yang dimaksud ini merupakan nilai resistansi atau usikan yang diberikan oleh resistor tersebut. Nilai dari resistor ini ditandai dengan logat warna yang ada pada badan resistor tersebut. Pengejaan nilai resistor dilakukan berdasar pada kode warna resistor nun melekat pada komponen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sablon Cetak Pada Gelas, Kaca, Keramik Beserta Cat Gelas Coates

Tips Membuat Surat Keterangan Tak Mampu Atau Sktm

Tips Dan Cara Gampang Belajar Bahasa Asing » Teruskan Com